Uzone.id – Shuttlecock adalah bola kecil yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis. Biasanya benda ini lebih mudah disebut sebagai kok, bentuknya sederhana hanya sebuah bola kecil yang dilengkapi dengan bulu angsa ataupun bebek. Namun siapa sangka benda mungil ini bisa melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, bahkan bisa melebihi kecepatan kendaraan tercepat di dunia seperti motor MotoGP dan mobil Formula 1.
Rekor kecepatan shuttlecock yang pernah tercatat adalah 493 km/jam. Kecepatan ini jauh melampaui kecepatan tertinggi motor MotoGP yang mencapai sekitar 366,1 km/jam dan mobil Formula 1 dengan kecepatan maksimal 372 km/jam.
Dalam catatan sejarah, rekor kecepatan tertinggi dari sebuah shuttlecock yang pernah dicatat adalah 493 km/jam. Rekor ini dicapai oleh pemain bulu tangkis asal Malaysia, Tan Boon Heong di Juli 2013 silam. Kala itu Tan Boon Heong sedang dalam sebuah uji coba di gimnasium Yonex Co, Ltd, yang berlokasi di Soka, Saitama, Jepang. Hasil ini menggemparkan dunia dan tercatat dalam rekor kecepatan tertinggi shuttlecock yang pernah ada.
Jika dibandingkan dengan Formula 1, kelihatannya olahraga balap mobil ini lebih menjanjikan dari soal kecepatan. Namun kenyataannya, dalam sebuah balapan resmi mobil-mobil Formula 1 hanya bisa mencapai kecepatan 372,5 km/jam. Rekor ini dicetak oleh pembalap kelahiran Finlandia yaitu Valtteri Bottas. Bottas berhasil mencapai kecepatan tersebut saat menggunakan mobil Williams di Grand Prix Eropa yang berlangsung di Baku City Circuit, Azerbaijan pada tahun 2016 lalu.
Begitu juga pada motor MotoGP, secara akselerasi tentunya motor lebih cepat dari Formula 1. Namun dalam hal kecepatan tertinggi dalam sejarah balapan resmi, ternyata MotoGP tak lebih cepat dari mobil Formula 1, apalagi shuttlecock. Tercatat rekor tercepat di balapan resmi MotoGP diraih oleh Brad Binder pada tahun 2023 kemarin, tepatnya di sesi latihan bebas 3 atau FP3 di Grand Prix Italia, Sirkuit Mugello. Kala itu, Brad Binder yang menggunakan motor RC16 dari tim Red Bull KTM Factory Racing meraih kecepatan 366,1 km/jam.
Rekor ini sebenarnya bukan hal baru, karena Brad Binder hanya menyamai rekor yang pernah dicetak oleh Pol Espargaro pada tahun 2023 di lintasan yang sama. Pol Espargaro di tahun tersebut masih berada di Red Bull KTM Factory Racing dengan RC16 lebih tua dari yang digunakan Binder.
Lantas bagaimana shuttlecock bisa mencapai kecepatan yang bahkan tidak bisa diraih oleh mobil dan motor prototype dari Formula 1 serta MotoGP? Ternyata jika dilihat dari sisi teknis terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kecepatan shuttlecock, mulai dari desain yang aerodinamis, bobot yang ringan, dan pukulan atlet yang kuat.
Shuttlecock memiliki desain yang sangat aerodinamis. Bentuknya yang unik dengan bulu-bulu yang mengembang di bagian belakang menciptakan gaya angkat yang membantu shuttlecock melayang di udara dengan stabil dan mengurangi hambatan udara.
Shuttlecock memiliki berat yang sangat ringan, hanya sekitar 5 gram. Bobot yang ringan ini memungkinkan shuttlecock untuk bergerak dengan sangat cepat dan mudah saat dipukul oleh raket.
Kecepatan shuttlecock juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan pukulan pemain. Semakin kuat pukulan yang diberikan, semakin cepat pula shuttlecock akan melesat.
Badminton World Federation pernah menyatakan, “Shuttlecock dapat terbang dengan kecepatan yang luar biasa karena desain aerodinamisnya yang unik. Bentuknya yang seperti kerucut dengan bulu-bulu yang mengembang menciptakan gaya angkat yang membantu shuttlecock melayang di udara dengan stabil dan mengurangi hambatan udara.”
Dalam permainan bulu tangkis, shuttlecock adalah objek utama yang menjadi fokus pertandingan. Kecepatan shuttlecock yang tinggi menuntut pemain untuk memiliki refleks yang cepat, kelincahan, dan strategi yang matang. Setiap pukulan yang dilayangkan memiliki tujuan untuk mengarahkan shuttlecock ke area lawan dengan kecepatan dan arah yang sulit diantisipasi.
Perkembangan teknologi juga turut berperan dalam meningkatkan kecepatan shuttlecock. Saat ini, banyak produsen shuttlecock yang menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan teknologi produksi modern untuk menciptakan shuttlecock yang lebih cepat, lebih tahan lama, dan lebih stabil.