Penulis: Rena Dwi Astuti
Selama bulan Ramadan, tubuh kita terlatih untuk berpuasa dan menjaga pola makan. Momen ini sangat bermanfaat untuk orang-orang yang ingin menjaga tubuh dan berat badan ideal. Sebab, asupan makanan akan otomatis berkurang dan itu sangat membantu untuk menjaga berat badan agar tetap stabil.
Dengan berkurangnya asupan makanan, berarti tubuh juga mengalami defisit kalori dengan sendirinya. Hal ini lah yang membuat berat badan tetap stabil dan ideal. Beberapa orang juga bahkan sengaja menjaga asupan makanan saat berbuka dan sahur untuk menurunkan berat badan.
Tidak heran jika momen Ramadan juga tepat untuk orang-orang yang ingin memulai program diet mereka. Selain untuk beribadah, Ramadan juga bermanfaat untuk mendetoks tubuh dan memulai untuk menjalankan defisit kalori seseorang.
Namun, banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang ketika Ramadan usai. Mereka sering kali kalap ketika momen Ramadan selesai, misalnya dengan makan kue-kue lebaran yang tinggi kalori atau tidak menjaga pola makan yang sehat setelah berpuasa selama satu bulan.
Hal ini tentu akan berdampak pada melonjaknya berat badan. Tubuh yang sudah terbiasa berpuasa selama satu bulan akan mulai beradaptasi untuk menyerap cadangan energi dari lemak. Jika seseorang tidak bisa menjaga pola makan yang sehat setelah berpuasa, tubuh justru tidak akan menyerap energi cadangan tersebut. Sebaliknya, berat badan tidak akan turun atau bahkan justru akan bertambah.
Untuk mencegah hal itu, lakukan tiga cara di bawah ini untuk menjaga berat badan tetap stabil setelah berpuasa:
Cara Menjaga Berat Badan Setelah Berpuasa
Berat badan lebih rentan bertambah ketika momen Ramadan selesai. Hal itu cenderung terjadi karena seseorang tidak dapat menjaga pola makannya. Lakukan hal ini setelah berpuasa untuk menjaga berat badan:

1. Mulai Program Olahraga
Saat berpuasa, mungkin tubuh akan terasa lemas karena kekurangan energi dari konsumsi makanan. Namun, kamu tetap bisa menggantinya dengan bergerak aktif dan memulai program olahraga setelah berpuasa. Pasca Ramadan memang menjadi waktu yang tepat untuk seseorang memulai program olahraga.
Sebab, konsumsi harian akan kembali normal dan itu akan membuat tubuh kembali ke asupan kalori standar sebelum berpuasa. Namun, kalori tersebut akan terbakar jika kamu bergerak aktif dan berolahraga. Maka dari itu, sangatlah penting untuk mengimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur seperti berolahraga.
Kamu bisa memulai program olahraga ringan di minggu pertama, kemudian tingkatkan intensitasnya di minggu kedua dan seterusnya. Hal itu dapat menjaga tubuh dan berat badan agar tetap ideal dan tidak melonjak.
2. Jangan Begadang
Salah satu pantangan bagi seseorang jika ingin menjaga berat badan adalah begadang. Jika tidur terlalu malam atau bahkan terjaga hingga pagi, tubuh jadi tidak bisa membentuk otot dan membakar kalori dengan baik. Hal tersebut justru akan memperlambat kinerja organ tubuh.
Begadang juga cenderung membuat seseorang bertambah lapar saat malam hari. Kelaparan saat malam hari ini bisa sangat berpengaruh bagi kenaikan berat badan. Sebab, tubuh yang seharusnya beristirahat dan setop mendapat asupan makanan, malah akan mendapat tambahan makanan dari kalori harian.
Tidak hanya itu, ketika makan malam akibat begadang, tubuh seseorang juga akan bekerja ekstra dalam mengolah asupan makanan dari pagi hingga malam. Dari sana, tubuh tidak akan menjalankan proses pembakaran kalori yang optimal.
3. Lakukan Intermitten Fasting
Saat momen Ramadan, tubuh sebenarnya sudah terbiasa untuk berpuasa dalam kurun waktu tertentu. Kamu dapat melakukan intermitten fasting setelah bulan Ramadan untuk tetap menjaga berat badan agar ideal. Intermitten fasting sendiri artinya adalah waktu makan tertentu dengan beberapa jendela makan.
Intermitten fasting bisa dilakukan mulai dari 6 jam atau 8 jam dalam satu hari. Artinya, kamu harus hanya bisa mengonsumsi makanan selama 6-8 jam dalam satu hari. Atau, kamu juga bisa membuat jadwal jendela makan di siang hari dan membuat batasan sebelum malam hari. Misalnya, setop makan saat pukul 17.00.
Sesuaikan waktu jendela makan sesuai dengan kebutuhan tubuhmu. Perhatikan juga standar kalori harian yang diperlukan oleh tubuhmu. Setidaknya, kamu tetap harus memenuhi standar kalori harian, tetapi jangan sampai melewatinya. (*)