Lama tidak diterpa gosip, baru-baru ini tersiar kabar jika Lewis Hamilton berencana pensiun dari balapan F1. Kabarnya, pembalap asal Inggris diperkirakan akan pensiun jika Scuderia Ferrari tidak mampu bersaing di puncak klasmen untuk musim 2026.
Kabar ini sebetulnya tidak begitu mengejutkan melihat buruknya musim pertama Lewis Hamilton dengan tim barunya tersebut. Sepanjang musim, Lewis terlihat kesulitan menembus persaingan papan atas.
Adaptasi dengan mobil Ferrari berjalan tidak mulus, sementara performa tim secara keseluruhan juga belum cukup kompetitif untuk menantang dominasi Mercedes, Red Bull, dan McLaren. Situasi ini memicu spekulasi bahwa musim 2026 bisa menjadi penentu masa depannya di sirkuit F1.
Tahun pertama yang buruk

Lewis Hamilton bergabung bersama Scuderia Ferrari setelah mencatatkan tujuh kali kemenangan juara dunia. Kemampuannya di sirkuit tidak lagi diragukan. Namun, setelah melepas Mercedes dan bergabung bersama tim asal Italia tersebut, hasil “memuaskan” tampaknya sulit diraih olehnya.
Sampai di akhir musim 2025, Lewis Hamilton hanya mampu finish di posisi keenam klasemen dengan 152 poin. Ia bahkan tertinggal sebanyak 74 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc. Dan mirisnya, ia gagal finish di podium selama satu tahun penuh. Hasil yang menyakitkan untuk pemenang tujuh kali juara dunia.
Dalam banyak kesempatan, Lewis Hamilton tidak ragu untuk menunjukkan rasa kecewanya kepada awak media. Ia tidak mengelak dan secara gamblang menyebut jika musim 2025 adalah musim yang cukup mengecewakan.
Melihat keadaan tersebut, Guenther Steiner yang merupakan mantan Kepala Tim Haas berkomentar jika Lewis Hamilton mungkin akan pensiun jika musim 2026 bersama Ferarri kembali berakhir buruk. Guenther Steiner berpendapat jika Ferarri dapat kembali bersaing di puncak ada kemungkinan jika Lewis Hamilton akan memperpanjang kontraknya.
“Namun jika keadaan terus seperti ini, musim depan pasti akan menjadi musim terakhirnya di Formula 1,” ungkap Guenther Steiner melansir TalkSport.
Sosok yang akan menggantikan Lewis Hamilton
Jelas topik mengenai pensiunnya Lewis Hamilton masih menjadi rumor. Musim 2026 bahkan belum dimulai sehingga banyak hal masih dapat terjadi. Jika Scuderia Ferrari kembali dapat bersaing di puncak, hal ini tidak menutup kemungkinan jika Lewis akan memperpanjang kontraknya di tim dengan logo kuda tersebut.
Meski demikian, jika nantinya Lewis benar-benar memutuskan untuk pensiun, Scuderia Ferrari bukan tidak mungkin sudah menyiapkan kandidat penggantinya. Dan, jika kita membicarakan Scuderia Ferrari dan pengganti Lewis Hamilton, nama Oliver Bearman sudah pasti ikut disebutkan.
Sejauh ini, Oliver Bearman adalah kandidat terkuat yang “bisa” menggantikan Lewis Hamilton. Pembalap Inggris tersebut memang berhasil tampil apik sepanjang musim 2025 bersama Haas. Setelah GP Abu Dhabi, Oliver Bearman berhasil duduk di posisi ketiga belas dengan skor 41 poin untuk klasemen F1.
Bahkan, di awal kedatangannya, rekan setim Oliver Bearman, Esteban Ocon, menyebut Oliver sebagai “talenta terbesar” yang pernah ia lihat menembus F1.Namun, belum ada keputusan resmi, Oliver Bearman bahkan sempat mengatakan jika spekulasi tersebut masih terlalu dini.
“Pada satu akhir pekan mereka mengatakan ini, tetapi kemudian ketika akhir pekan sebelumnya tidak berjalan dengan baik, mereka mengatakan hal sebaliknya. Media menyukai judul berita dan hal-hal semacam itu, dan tentu saja itu adalah akhir pekan yang hebat dan saya sangat senang telah melakukannya, tetapi saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Saya hanya berusaha untuk tetap tenang, fokus untuk terus meraih hasil yang baik dan memberikan poin yang bagus untuk tim,” ungkap Oliver Bearman, melansir Sky Sport.
Jadi, kapan Lewis Hamilton akan pensiun?

Jawabannya, belum pasti. Rumor akan selalu merebak di paddock. Terkadang rumor menjadi kenyataan, namun dalam kesempatan lain hanyalah asap kecil yang kemudian hilang tertiup angin.
Namun satu hal yang jelas, Lewis belum menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti dalam waktu dekat. Ia berulang kali menegaskan bahwa motivasinya masih tinggi, terutama setelah memulai babak baru bersama Ferrari. Tantangan baru, target juara dunia kedelapan, serta ambisi meninggalkan warisan yang lebih besar menjadi faktor kuat yang membuatnya tetap bertahan di lintasan.
Di sisi lain, usia dan dinamika Formula 1 modern tetap menjadi variabel penting. Regenerasi pembalap berlangsung cepat, tekanan kompetitif semakin ketat, dan performa menjadi tolok ukur utama. Selama Lewis masih mampu bersaing di level teratas dan merasa lapar akan kemenangan, pintu pensiun tampaknya belum akan diketuk.