Esport atau olahraga elektronik kini menjadi salah satu cabang olahraga yang populer di masyarakat global. Popularitas esport sendiri begitu meningkat pesat di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya turnamen dan kompetisi yang diadakan secara rutin.
Olahraga elektronik ini juga memiliki banyak penggemar dan pengikut setianya. Khususnya untuk beberapa tim yang kerap membawa pulang medali dari sebuah kompetisi. Tidak hanya itu saja, setiap pemain dalam sebuah tim bahkan memiliki fanbase atau sekelompok orang yang menyukai tokoh atau figur.
Tren esport yang sedang meningkat saat ini ternyata turut membuat salah satu federasi olahraga konvensional di Indonesia, yaitu Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) terjun ke dunia esport. Perbasi bahkan membentuk tim dan kompetisi bola basket virtual.
Langkah Perbasi ini cukup menjadi sorotan, baik dari penggemar basket, dan juga penggemar esport. Pasalnya dua olahraga ini sebenarnya punya cabang dan bidang yang berbeda. Langkah Perbasi ini pun akhirnya menimbulkan pertanyaan, apakah ini sebuah inovasi yang revolusioner atau sekadar mengikuti tren saja?
Awal Mula Perbasi Esport
Perbasi secara resmi mengumumkan membuat tim esports pada 2023 lalu. Sebenarnya, wacana untuk membentuk tim esport di bawah federasi basket ini tidak muncul secara spontan atau tiba-tiba. Saat itu, Nirmala Dewi, Sekjen PP Perbasi, berencana untuk membuat divisi esport pada 2020.
Rencana itu sebenarnya sebagai respon dari maraknya penggiat olahraga esport Tanah Air. Sekaligus merespon tren terkini, di mana olahraga basket juga dipertandingkan secara virtual.
Ditambah, saat pandemi COVID-19 lalu, Federasi Internasional Bola Basket (FIBA), juga menggelar kompetisi basket secara virtual. Itu dilakukan untuk mengisi kekosongan jadwal pertandingan akibat pandemi.
Dari sana lah, akhirnya PP Perbasi Indonesia mengusung rencana untuk membuat divisi esport di bawah naungan mereka.
Gabungkan Pemberdayaan Ekosistem dan Popularitas Olahraga
Jika dilihat dari kultur masyarakat Indonesia, olahraga basket sebenarnya menempati posisi ketiga sebagai olahraga yang populer. Nomor satu sudah pasti ditempati oleh sepak bola, kedua ada bulu tangkis.
Tren esport yang sedang booming di Indonesia tentu menjadi kendaraan yang tepat untuk Perbasi jika ingin mendongkrak popularitas basket di Indonesia. Namun, niat awal pembentukan tim esports ini bukan hanya meningkatkan popularitas saja.
Perbasi dengan serius membentuk divisi esport sekaligus menjadi wadah bagi atlet Indonesia. Di awal tim ini terbentuk, mereka turut berpartisipasi di ajang e-FIBA Season 1. Yaitu kompetisi basket virtual yang diselenggarakan oleh FIBA pada 2023 lalu.
Partisipasi timnas basket esport di ajang ini sekaligus membawa mereka menjadi ekosistem baru baik di dunia basket maupun esport. Apalagi, kini timnas basket esport tidak hanya mengikuti ajang e-FIBA satu atau dua kali saja. Pada 2024 terhitung sudah kali ketiga tim esport basket mengikuti e-FIBA.
Selama berpartisipasi di ajang e-FIBA itu, timnas basket esport selalu finis sebagai Runner Up Regional Asia. (*)
Penulis: Rena Dwi Astuti