Penulis: Rena Dwi Astuti
Pesta terbesar liga sepak bola akan digelar pada 2026. FIFA World Cup atau Piala Dunia akan dilaksanakan pada 11 Juni 2026 di Estadio Azteca Mexico City. Ajang kompetisi terbesar ini akan dilaksanakan di tiga negara. Selain Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada juga akan menjadi tuan rumah.
Babak kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 menunjukkan tren yang sengit untuk beberapa negara besar. Salah satunya tim Samurai Biru. Jepang menjadi tim pertama yang bergabung dengan tuan rumah Kanada, Meksiko, dan AS dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026.
Tim Samurai Biru tampil luar biasa selama babak penyisihan AFC. Kemenangan 2-0 atas Bahrain, 20 Maret 2025, memastikan Jepang termasuk dalam 48 tim yang akan bertanding di Piala Dunia FIFA 2026. Dua gol ini dicetak oleh Daichi Kamada (66) dan Takefusa Kubo (87) di babak kedua.
Capaian Tim Samurai Biru ini digadang-gadang sebagai salah satu bentuk kebangkitan Jepang dalam komunitas sepak bola global. Bagaimana Jepang bisa lolos ke Piala Dunia FIFA 2026?
Posisi Teratas di Grup C
Kemenangan 2-0 atas Bahrain membuat Jepang lolos ke Piala Dunia FIFA 2026. Mereka menempati posisi kedua teratas di Grup C. Penampilan mereka di Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi penampilan ke delapan mereka berturut-turut sejak debutnya pada tahun 1998.

Cara Jepang mendominasi lawannya dalam grup dianggap sebagai tim yang paling tangguh. Jepang berhasil menyapu bersih babak penyisihan Piala Dunia FIFA 2026. Mereka memenangkan 6 pertandingan dengan total 24 gol dan tidak ada kebobolan satu kali pun.
Catatan ini membawa Jepang melaju ke Putaran Kedua. Jepang berhasil mengalahkan Myanmar 5-0 di laga pembuka putaran kedua. Jepang juga berhasil memenangkan pertandingan atas Suriah dengan skor 5-0. Skor ini membawa Jepang lolos ke Putaran Ketiga.
Jepang membuka putaran ketiga dengan melibas Cina dengan 7-0. Laga terakhir, melawan Bahrain, Jepang menyapu bersih dengan kemenangan 5-0. Di pertandingan berikutnya pada Putaran Ketiga, Jepang melawan salah satu tim yang dianggap sebagai pesaing terberat mereka, yaitu Arab Saudi.
Namun, Jepang berhasil memenangkan laga melawan Arab Saudi dengan skor 2-0. Perlu dicatat pula hingga tahap ini, Jepang belum kebobolan dan jumlah gol mereka telah mencapai 38 dari 9 pertandingan.
Akhirnya, rekor sempurna Jepang harus berakhir di tangan Australia pada 15 Oktober 2024 lalu. Rival mereka di puncak klasemen itu membuat Jepang tidak bisa mencetak banyak gol. Peluang mencetak gol pun terbatas. Jepang menorehkan hasil imbang (1-1) saat melawan Australia.
Jepang kembali bangkit lebih kuat ketika melawan Indonesia. Tim Samurai Biru menang 4-0 melawan Indonesia di Gelora Bung Karno pada 14 November 2024. Mereka juga melibas Cina dengan kemenangan 3-1, lima hari setelahnya.
Setelah jeda empat bulan, kualifikasi Asia kembali. Jepang adalah satu-satunya tim non-tuan rumah sekaligus satu-satunya tim dari Asia pertama yang melaju ke Piala Dunia FIFA 2026.
Hasil ini berarti Jepang terus memimpin Grup C dengan selisih 9 poin dari Australia yang berada di posisi kedua. Per tulisan ini tayang, kualifikasi Jepang yang tersisa adalah melawan Arab Saudi (25 Maret), Australia (5 Juni), dan Indonesia (10 Juni).
Dua tim teratas di masing-masing dari tiga grup kualifikasi Asia dipastikan melaju ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan, sedangkan tim di posisi ketiga dan keempat melaju ke babak play-off selanjutnya.
Cerminan Perkembangan Negara
Mengingat rekam jejak Jepang, dan fakta bahwa mereka telah menghabiskan beberapa dekade terakhir secara luas dianggap sebagai salah satu kekuatan besar di benua itu, tidak mengherankan bahwa Jepang sekali lagi melangkah di panggung sepak bola terbesar.

Kemajuan tim nasional putra negara tersebut telah mencerminkan kebangkitan negara tersebut dalam komunitas sepak bola global, yang merupakan hasil dari tiga dekade profesionalisme dan pengembangan akar rumput yang menghasilkan aliran pemain yang siap untuk Eropa.
Saat Samurai Biru tiba di Amerika Utara tahun depan, beberapa nama dan wajah akan mencerminkan perubahan sosial lainnya. Populasi yang perlahan tapi pasti menjadi lebih beragam.
Atlet dengan latar belakang yang beragam semakin umum di seluruh lanskap olahraga Jepang, dari haafu (orang Jepang yang lahir dari satu orang tua non-Jepang) seperti juara grand slam empat kali Naomi Osaka dan bintang NBA Rui Hachimura hingga banyak pemain impor naturalisasi yang membantu Brave Blossoms mencapai perempat final Piala Dunia Rugbi 2019.
Dua siklus Piala Dunia terakhir telah melihat haafu sering tampil sebagai penjaga gawang, termasuk pemain cadangan Qatar 2022 Daniel Schmidt, pemain inti Samurai Biru saat ini Zion Suzuki, dan Leo Brian Kokubo, penjaga gawang Jepang di Olimpiade Paris.
Para pemain ini berkembang pesat dalam posisi yang menuntut fisik yang sering kali sulit dikembangkan oleh Jepang. Suzuki, Kokubo, atau Taishi Brandon Nozawa yang tingginya 198 cm, semuanya berpotensi menjadi penjaga gawang tertinggi di negara itu yang pernah ikut Piala Dunia.